TABUNG OKSIGEN

TABUNG OKSIGEN

Ingin beli atau sewa tabung oksigen ???
Kami dari perusahaan TabungOksigen.net, menjual dan menyewakan tabung oksigen ukuran 0,5 M3, 1 M3, 1,5 M3, 2 M3, dan 6 M3 dengan harga murah, serta layanan antar ke alamat pemesan !!!
Untuk keterangan, silakan hubungi Ibu LieLie atau Sinshe Hans di Telp (021) 5637475, 5637476 Handphone atau whatsapp (WA) 0822 5858 8909, 0852 8369 9911, 0819 3261 8088 atau email: hanstsebastian@gmail.com.

Alamat Tabung Oksigen kami ada di Jl. Dr Makaliwe I No. 9 Grogol Jakarta Barat 11450. Belakang Terminal Bus Grogol, depan Klinik Mitra Husada.

Pengelola tabungoksigen.net ini juga adalah seorang terapis stroke yang mengobati stroke dan penyebab-penyebab terjadinya stroke, seperti: stres, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, ginjal dan jantung serta penyakit-penyakit lainnya. Keterangan lengkap, silakan berkunjung ke http://www.klinikstrokenusantara.com. Untuk keterangan, silakan hubungi Sinshe Hans di handphone/whatsapp 0819 3261 8088. Email: hanstsebastian@gmail.com.

Selain tabung oksigen, kami juga menjual dan menyewakan kursi roda: kursi-roda.com; sewa kursi roda: sewakursiroda.com; kursi roda bekas: kursirodabekas.com; regulatoroksigen: regulatoroksigen.com; isi ulang oksigen: isiulangoksigen.com; kasur decubitus: sewakasurdecubitus.com; ranjang rumah sakit: ranjangrumahsakit.co.id selang oksigen: selangoksigen.com; dan alat-alat kesehatan lainnya.

Kamis, 25 Oktober 2012

TABUNG MELEDAK, DUA TEWAS

PORAK-PORANDA: Warga melintas di antara rumah dan mobil yang rusak berat akibat ledakan tabung oksigen 50 kilogram di Jalan Mindi, Koja, Jakarta Utara, kemarin.

TIGA tabung oksigen berukuran 50 kilogram meledak di sebuah rumah kontrakan di Jalan Mindi No. 27 Rt 13/8 Blok Y, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, kemarin. Akibatnya, dua orang tewas dengan kondisi hancur.

"Tiga tabung yang pecah ditemukan 150 meter dari lokasi kejadian," kata Kasatreskrim Polres Jakarta Utara Komisaris Susatyo Purnomo Chondro di lokasi kejadian, kemarin.

Susatyo mengatakan setelah menyisir lokasi, polisi menemukan dua jenazah yang salah satunya diidentifikasi bernama Andriansyah, 22. Ia karyawan usaha oksigen milik Abdul Rochim. Satu lagi korban tewas belum bisa diketahui karena jasadnya tercerai-berai." Kami akan membawa potongan tubuh yang hancur itu ke RS Kramatjati untuk dilakukan tes DNA," ujarnya. 

Abdul Rochim, 28, pemilik usaha CV Alwinsyah, hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Ina, 27, istri Abdul Rochim, sambil terisak mengaku tidak tahu dimana suaminya. Untuk memastikan apakah satu korban tewas yang belum diketahui itu adalah suaminya, ia dan anaknya, Rafli, 4, bersedia untuk dites DNA.

Menurut saksi mata, insiden itu terjadi saat 30 tabung, masing-masing berisi 50 kilogram oksigen, tengah diturunkan dari mobil pikap pada pukul 09.30 WIB. Diduga ada masalah pada regulator atau salah prosedur ketika menurunkan sehingga tabung meledak.

"Mungkin juga mereka menurunkan tabung dengan cara digelondong sehingga tabung mengalami tekanan dan akhirnya meledak," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Andap Budhi Reviatno.

Selain menewaskan dua orang, peristiwa itu mengakibatkan delapan orang luka-luka, empat rumah rusak, dan tiga kendaraan rusak berat, yakni  satu mobil dan dua motor.

Untuk menghindari insiden susulan, polisi telah mengevakuasi puluhan tabung oksigen dari lokasi kejadian. (*/X-5)  

Jumat, 12 Oktober 2012

MUDAH EMOSI? WASPADA, MUNGKIN ANDA TERKENA HIPOKSIA


Tindakan anarki bukan solusi !!

Gampang emosi? Sadarilah, karena emosi yang tak terkendali bisa mendorong seseorang melakukan tindakan anarki agar emosinya terlampiaskan. Ingat, tindakan anarki bukan solusi! Karena sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Jangan anggap enteng bila gampang emosi. Hati-hati, karena itu mungkin adalah salah satu gejala Hipoksia, yang timbul karena tubuh kekurangan oksigen atau oksigen yang kita konsumsi telah terpolusi. Gejala tersebut berakibat pada menurunnya kondisi tubuh dan akan sangat mempengaruhi produktivitas kerja Anda. Gejala lainnya adalah mengantukmalassusah berkonsentrasikelelahan mental dan ototmudah emosisulit mengambil keputusansering lupamual, bahkan pada tingkatan selanjutnya bisa berakibat kejang dan koma.

Untuk mengatasinya, jauhi rokok, hindari ruangan yang sesak/beroksigen tipis, olahraga teratur, istirahat yang cukup, rekreasi dan untuk pertolongan pertama dari gejala di atas sediakan selalu di dekat Anda tabung oksigen, oksigen murni dalam kemasan praktis demi kesegaran Anda (baik pria maupun wanita) di sela-sela kegiatan sehari-hari. 

Untuk keterangan, silakan hubungi Ibu LieLie Kusmaya atau Sinshe Hans di telepon (021) 5637475, 5637476 handphone/whatsapp 0852 8369 9911, 0819 3261 8088 atau email: hanstsebastian@gmail.com. 

PUSING? WASPADA, MUNGKIN ANDA TERKENA HIPOKSIA

 Marah-marah bukan solusi !!

Sering pusing  dan sakit kepala? Kadang rasa pusing membuat orang mudah emosi dan meluapkannya dalam bentuk amarah. Tapi ingat, marah-marah bukan solusi! Karena justru akan membuat suasana kerja semakin tidak nyaman, dan ini akan sangat mengganggu konsentrasi orang lain di sekitar Anda.

Jangan anggap enteng bila Anda sering pusing dan sakit kepala. Hati-hati, karena itu mungkin adalah salah satu gejala Hipoksia, yang timbul karena tubuh kekurangan oksigen atau oksigen yang kita konsumsi telah terpolusi. Gejala tersebut berakibat pada menurunnya kondisi tubuh dan akan sangat mempengaruhi produktivitas kerja Anda. Gejala lainnya adalah mengantuk, malas, susah berkonsentrasi, kelelahan mental dan otot, mudah emosi, sulit mengambil keputusan, sering lupa, mual, bahkan pada tingkatan selanjutnya bisa berakibat kejang dan koma.

Untuk mengatasinya, jauhi rokok, hindari ruangan yang sesak/beroksigen tipis, olahraga teratur, istirahat yang cukup, rekreasi dan untuk pertolongan pertama dari gejala di atas sediakan selalu di dekat Anda tabung oksigen, oksigen murni dalam kemasan praktis demi kesegaran Anda (baik pria maupun wanita) di sela-sela kegiatan sehari-hari. 

Untuk keterangan, silakan hubungi Ibu LieLie Kusmaya atau Sinshe Hans di telepon (021) 70772 2459 handphone 0852 8369 9911, 0819 3261 8088 atau email: htsebastian@gmail.com. 

Senin, 08 Oktober 2012

LIMA BULAN HIDUP ADLY BERGANTUNG PADA SELANG OKSIGEN

Tubuh mungil Adly Bagas (2) sekilas tampak segar dan sehat. Wajah putihnya tersenyum ceria dan mulutnya berceloteh dengan bahasa anak balita yang belum jelas.

Namun, mata orang yang melihat akan langsung terpaku pada selang oksigen yang melintang di bawah hidung Adly. Tarikan napasnya pendek-pendek, hampir mirip orang yang terengah-engah. Sudah lima bulan ini selang oksigen itu menopang hidup Adly.

Bocah itu hanya duduk di pangkuan ayahnya, Bilmar (37). Di sudut ruangan di rumahnya di Jalan Budi Swadaya I, RT 2 RW 4 Nomor 216, Kebon jeruk, Jakarta Barat, terdapat sebuah tabung oksigen warna hitam dengan kapasitas 1 liter. Selang panjang menjuntai, terhubung ke hidung Adly. 

"Dokter bilang anak saya sakit infeksi paru-paru berat. Akibatnya, paru-parunya tidak maksimal memompa oksigen ke otak," kata Lina Manulang (33), ibunda Adly.

Bermula pada lima bulan lalu, saat Adly sakit diare. Setelah dirawat di rumah sakit, diarenya sembuh. Tak lama berselang badan Adly panas tinggi dan napasnya sesak. Setelah sepekan tidak membaik. Adly kembali dibawa ke rumah sakit.

"Dia langsung dibawa ke ICU dan dirawat di situ selama 1 bulan 3 minggu. Dia paling lama dirawat di ICU. Beberapa teman yang dirawat bersama dia sudah meninggal. Tabung oksigen itu pun pemberian orangtua yang anaknya meninggal," ujar Lina.

Menurut dokter, lanjut Lina, jika orang normal mengambil napas 30 kali per menit. Adly bisa mengambil napas sampai 44 kali, bahkan 60 kali per menit. Dadanya menjadi bengkak karena bekerja ekstra.

Empat jam
Setelah keluar dari ICU, Adly menjalani rawat jalan. Tabung oksigen 1 liter itu hanya bisa dipakai untuk 4 jam. Setiap mengisi ulang oksigen biayanya Rp 18.000.-

"Sekarang bisa saya atur setelan besar kecilnya aliran oksigen, jadi bisa dipakai untuk 8 jam. Kalau tidak, biayanya lebih banyak," ujar Bilmar.

Bilmar bekerja sebagai sopir metromini cadangan. Setiap kali dapat giliran menyetir, dia mendapat Rp 50.000. Belakangan ini, dia sudah jarang menyetir metromini karena harus bolak-balik membeli oksigen dan bergantian menjaga Adly dengan istrinya. Lina praktis tidak bekerja karena menunggui Adly.

"Dia bisa lepas dari tabung oksigen maksimal 1 jam. Kalau sudah hampir satu jam, tubuhnya pucat, dingin, dan ujung-ujung jarinya membiru," ujar Bilmar, sambil menunjukkan tangan mungil Adly yang memutih.  

Bocah itu pun tidak bisa bermain bersama teman-teman atau kakak-kakaknya di halaman karena terikat pada selang oksigen. Kadang-kadang, dia hanya berdiri di dekat jendela dan melihat temannya bermain. 

Bilmar dan Lina tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya agar putra mereka terlepas dari tabung oksigen itu. 

"Dokter bilang, untuk sementara seperti ini dulu. Mereka juga tidak tahu kelanjutannya. Semua organ tubuh Adly normal dan penyebab infeksi belum jelas," ujar Lina.

Saat ini, yang diinginkan keduanya adalah memiliki satu tabung cadangan atau setidaknya mengganti tabung oksigen yang lebih besar. Mereka sering tidak tega melihat Adly tersiksa ketika tabung oksigen harus diisi ulang. "Tetapi, harganya mahal. Satu tabung 1 liter harganya Rp 750.000. Kami tidak punya uang," kata Bilmar.

Pengobatan Adly selama  ini ditanggung melalui JPK Gakin. "Sudah habis Rp 200 juta. Kalau kami tanggung sendiri jelas tidak mampu," lanjut dia.

Lina berkeinginan membawa putranya untuk mendapat pengobatan alternatif. Lagi-lagi, biaya pengobatan yang masih mahal membuat mereka belum bisa melakukannya. (FRO)